Klik pada bagian yang ingin Anda baca :

Bagi penggemar cryptocurrency terutama Bitcoin tentu sudah tidak asing lagi dengan mining Bitcoin. Ya, Mining Bitcoin atau penambangan Bitcoin adalah proses menambahkan catatan transaksi ke buku besar publik Bitcoin, yang disebut Blockchain.

Pada dasarnya, para penambang melayani komunitas Bitcoin dengan mengonfirmasi setiap transaksi dan memastikan bahwa setiap transaksi itu sah. Setiap kali blok baru ‘ditutup’, seorang penambang mendapat hadiah. 

Dalam melakukan mining Bitcoin ini ada tiga cara yang umum digunakan oleh para miners. Apa saja tiga cara itu? Simak artikel ini sampai habis untuk mendapatkan jawabannya!

Mining Pool 

Saat ini, semua orang yang memasuki dunia cryptocurrency pertambangan harus bersaing dengan perusahaan besar yang memiliki pertambangan Bitcoin yang besar. Oleh karena itu bagi kamu yang ingin mining Bitcoin tanpa berafiliasi dengan perusahaan manapun bisa menggunakan mining pool yang dijalankan secara berkelompok.  

Mining pool adalah pendekatan penambangan di mana banyak pengguna menyumbangkan daya komputasi mereka untuk menghasilkan blok. Kelompok memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk memecahkan blok dan mendapatkan hadiah, meskipun hadiah itu akan dibagi antara anggota sesuai dengan kekuatan pemrosesan yang disumbangkan. Jadi, bergabung dengan pool ini memungkinkan untuk menciptakan aliran pendapatan yang stabil, meskipun setiap pembayaran harus dibagi rata. 

Bergabung dengan mining pool  berfungsi seperti halnya mendaftar ke layanan web lainnya. Yang perlu Anda lakukan adalah membuat akun di situs web pool. Setelah memiliki akun, Anda harus membuat akun “worker”. Ada kemungkinan bisa  menciptakan beberapa akun worker atau pekerja, kemudian menugaskan mereka ke setiap bagian perangkat keras yang Anda gunakan.

Hal penting lain yang perlu dipertimbangkan adalah jumlah potongan pembayaran dalam penambangan yang diperlukan oleh pool tersebut. Biasanya, nilainya berkisar antara satu persen dan 10 persen, sementara beberapa mining pool tidak ada pembebanan biaya sama sekali. 

Solo Mining 

Menambang sendiri atau solo mining ini artinya kamu tidak perlu berbagi pendapatan dengan orang lain. Tapi kamu harus menyediakan peralatan mining sendiri seperti PC, motherboard, kartu grafis, hard drive, RAM dan lain sebagainya. Kamu juga harus menyediakan daya listrik yang besar dan menyelesaikan algoritma matematika yang rumit untuk menghasilkan Bitcoin. Solo mining biasanya dilakukan oleh yang sudah ahli karena butuh waktu untuk mempelajari dan menguasainya. 

Jika budgtemu cukup banyak untuk melakukan mining, kamu bisa menggunakan ASIC (Application Specific Circuit Chips). Untuk chip yang paling bagus, kamu perlu untuk mengeluarkan biaya kira-kira Rp 14,2 sampai 21,3 juta. Kemudian untuk solo mining kamu juga bisa menggunakan software mining Bitcoin di antara lain ada Bitcoin miner, BTC miner, easy miner, CG miner dan BFG miner.  

Cloud Mining 

Jika  ingin berinvestasi dalam penambangan Bitcoin tanpa membeli dan mengelola perangkat keras  sendiri,  cloud mining bisa menjadi pilihan yang tepat. Cloud mining adalah proses pembelian CPU power dari data center yang menggunakan perlengkapan untuk aktivitas mining crypto seperti Bitcoin atau altcoin yang nantinya bisa ditukarkan ke Bitcoin. 

Cloud mining ini memiliki beberapa keuntungan, misalnya adalah kamu tidak perlu mengelola perangkat keras, perangkat lunak, biaya listrik, bandwidth dan masalah lainnya.  Cukup serahkan kepada provider cloud mining yang kamu pilih. Tapi karena kamu menggunakan pihak ketiga tentu saja keuntungan yang kamu dapatkan dari mining ini lebih kecil karena harus ada biaya yang dibayarkan kepada provider. Beberapa layanan cloud mining yang bisa kamu coba adalah crypto tab, genesis mining, dan hashnet. 

Itu dia tiga cara mining Bitcoin, setelah mengetahui tiga cara itu. Apakah menurutmu mining Bitcoin lebih menguntungkan daripada membeli Bitcoin langsung di bursa? 

Apakah Mining Bitcoin Menguntungkan? 

Secara teori, mining memungkinkan bagi siapa saja, tetapi hanya mereka yang memiliki mesin berdaya tinggi khusus yang dapat menghasilkan keuntungan dengan menambang cryptocurrency. Sebagian besar penambang individu dan kelompok kecil akan menghabiskan lebih banyak uang untuk tagihan listrik daripada yang dihasilkan melalui penambangan. 

Jadi, ketika kamu memiliki budget yang terbatas, alat apa adanya hingga listrik yang mahal penambangan Bitcoin tidak akan menguntungkan.  Selain itu, penambang rumah rata-rata bisa sangat rentan terhadap masalah sepele seperti kegagalan perangkat keras, pemadaman listrik, pemutusan jaringan dan harga yang anjlok.

Bagi solo mining  kemungkinan besar akan mengganti biaya perangkat keras dan listrik penambangan. Dengan demikian, mengingat keadaan saat ini, profitabilitas penambangan Bitcoin untuk solo mining tanpa alat yang mahal dan memadai sangat tidak mungkin. Namun, situasinya mungkin membaik di masa depan dengan berkembanganya teknologi mining Bitcoin yang lebih murah dan ramah terhadap pengguna. 

Lutfi Mahmud

Site Internet : http://cryptocurrency.id

Pertama kali membeli Bitcoin ?

Pertama kali membeli Bitcoin ?