Klik pada bagian yang ingin Anda baca :

Dalam mempelajari trading baik itu saham, forex, maupun cryptocurrency mungkin Anda pernah mendengar istilah Arbitrage. Dalam trading arbitrage memiliki arti yang berbeda dengan dalam istilah hukum.

Jika arbitrage atau arbitrase dalam istilah hukum memiliki arti “cara penyelesaian suatu sengketa perdata di luar pengadilan umum yang didasarkan pada Perjanjian Arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa”, lalu apa yang dimaksud dengan Arbitrage dalam trading?

Apa itu Arbitrage Trading ?

Trading arbitrage memanfaatkan ketidakseimbangan harga aset pada market yang berbeda.

Arbitrage atau arbitrase adalah proses membeli dan menjual instrumen keuangan secara bersamaan pada market yang berbeda dengan tujuan untuk mengambil keuntungan dari ketidakseimbangan harga. Pihak yang melakukan arbitrage disebut arbitrageur

Seorang arbitrageur akan mencari perbedaan harga pada instrumen keuangan yang sama dalam market yang berbeda, membeli instrumen tersebut yang menawarkan harga lebih murah dan langsung menjualnya pada market yang menawarkan harga lebih mahal.

Karena arbitrage adalah strategi investasi yang bebas risiko, ketidakseimbangan harga yang ada biasanya hanya terjadi dalam waktu yang singkat diakibatkan adanya komputer dan algoritma trading.

Sederhananya, arbitrage adalah proses di mana sebuah aset secara simultan dibeli dan dijual pada dua market —  seringkali karena dijual pada harga yang sedikit berbeda.

Contohnya, bayangkan kalau Anda melihat di salah satu kota harga satu apel di sebuah pasar lebih tinggi dari pasar lainnya.

Bila harga satu apel di pasar A dijual seharga Rp5,000 kemudian Anda membelinya dan menjual di pasar B dimana apel berharga Rp6,500 maka Anda memperoleh keuntungan dari selisih harga yang ada yaitu sebesar 130%.

Namun tentunya keuntungan ini harus dikurangi dengan biaya transportasi dan pajak yang Anda keluarkan.

Konsep ini secara ringkas merangkum inti dari arbitrage, dan tentu risikonya relatif lebih kecil dibandingkan dengan strategi yang lain.

Apakah Trading arbitrage legal?

Tidak jarang orang yang mempertanyakan legalitas strategi trading arbitrage. Disamping konotasi negatif dari kata arbitrage yang mungkin ada dalam budaya populer, sesungguhnya arbitrage merupakan strategi yang legal untuk dilakukan.

Karena biasanya seorang arbitrageur pada dasarnya merupakan seorang market maker. Menjadi market maker biasanya disarankan pada sebagian besar pasar bebas untuk membantu menyediakan liquidity dengan meningkatkan volume transaksi secara keseluruhan.

Kenaikan volume tersebut berarti perubahan harga sebuah aset menjadi lebih kecil dan kemudian akan memudahkan investor jangka panjang untuk membeli aset tersebut tanpa memengaruhi harga secara signifikan. 

Hal ini menjadikan market lebih mudah diprediksi atau setidaknya perubahan harga secara jangka panjang lebih lambat.

Jenis-jenis Trading Arbitrage

Arbitrage bisa dilakukan pada beragam instrumen keuangan selain saham, seperti obligasi, derivatif, komoditas, dan juga mata uang

Meski arbitrage biasanya merujuk pada peluang perdagangan di pasar keuangan, ada juga jenis peluang arbitrase lain yang mencakup pasar yang dapat diperdagangkan lainnya. Yaitu termasuk arbitrage risiko, arbitrage ritel, arbitrage konvertibel, arbitrage negatif, dan arbitrage statistik.

Arbitrage Risiko (Risk arbitrage)

Jenis arbitrage ini juga disebut arbitrase merger, karena melibatkan pembelian saham dalam proses merger & akuisisi. Arbitrage risiko adalah strategi populer dalam hedge fund atau dana lindung nilai, yang membeli saham target dan menjual pendek saham pengakuisisi.

Arbitrage Ritel (Retail arbitrage)

Sama seperti di pasar keuangan, arbitrage juga dapat dilakukan dengan produk ritel biasa dari supermarket favorit Anda. Lihatlah eBay misalnya, dan Anda akan menemukan ratusan produk yang dibeli di Tiongkok dan dijual secara online dengan harga lebih tinggi di pasar yang berbeda.

Arbitrase konversi – strategi arbitrase populer lainnya, arbitrase konversi melibatkan pembelian keamanan konversi dan penjualan pendek saham yang mendasarinya.

Arbitrage Negatif (Negative arbitrage)

Arbitrase negatif mengacu pada peluang yang hilang ketika tingkat bunga yang dibayar peminjam atas utangnya (penerbit obligasi, misalnya) lebih tinggi daripada tingkat bunga di mana dana itu diinvestasikan.

Arbitrage Statistik (Statistical arbitrage)

Juga dikenal sebagai stat arb, adalah teknik arbitrase yang melibatkan model statistik kompleks untuk menemukan peluang perdagangan di antara instrumen keuangan dengan harga pasar yang berbeda. Model-model tersebut biasanya didasarkan pada strategi pengembalian rata-rata dan membutuhkan kekuatan komputasi yang signifikan.

Trading Arbitrage dalam Forex

Arbitrage adalah suatu cara trading di mana trader berusaha mendapatkan profit dari perbedaan harga antar instrumen di dua pasar berbeda. Dalam bahasa Inggris, trader pengguna strategi arbitrase biasa disebut sebagai “arbitrageurs”.

Arbitrage forex adalah strategi perdagangan bebas risiko yang memungkinkan pedagang valas ritel mendapat untung tanpa paparan mata uang terbuka. Strategi ini melibatkan tindakan pada peluang yang disajikan oleh inefisiensi harga yang ada dalam rentang waktu singkat. Jenis perdagangan arbitrase ini melibatkan pembelian dan penjualan pasangan mata uang yang berbeda untuk mengeksploitasi inefisiensi harga apa pun. 

Trader yang ingin melakukan arbitrage dalam forex pada dasarnya melakukan buy pada suatu mata uang di broker yang memberikan harga lebih rendah, sementara di saat yang sama melakukan sell di broker yang memberikan harga lebih tinggi. Setelah dikurangi biaya transaksi, maka profit adalah sisa selisih diantara kedua harga. 

Caranya bisa bermacam-macam, tetapi intinya adalah berusaha memanfaatkan anomali harga. Praktek arbitrase forex termasuk strategi yang sering dijalankan oleh perusahaan-perusahaan hedge fund dan pelaku trading forex di level institusional. Namun, jarang yang melakukannya di tingkat trader ritel. Selain karena harga diantara broker forex ritel kurang lebih sama, juga karena tak sedikit broker forex ritel melarang penggunaan arbitrage.

Contoh trading arbitrage dalam forex

Nilai tukar pasangan EUR / USD, EUR / GBP, GBP / USD saat ini masing-masing adalah 1,1837, 0,7231, dan 1,6388. Dalam hal ini, seorang pedagang valas dapat membeli satu lot mini EUR seharga USD 11.837. Pedagang kemudian bisa menjual 10.000 Euro untuk 7.231 poundsterling Inggris. GBP 7.231 kemudian dapat dijual seharga USD 11.850 dengan laba $ 13 per perdagangan, tanpa eksposur terbuka karena posisi buy membatalkan posisi sell di setiap mata uang. Perdagangan yang sama dengan menggunakan lot normal (bukan mini-lot) 100.000 akan menghasilkan keuntungan $ 130.

Strategi trading arbitrage dalam Forex

1. Broker arbitrage. Dalam strategi ini, dilakukannya buy and sell satu pair dan dilakukan pada 2 broker yang memberikan harga yang berbeda. Misalnya, di broker 1 membeli tukar mata uang sebesar 10 dollar, sementara di broker 2 menjual mata uang 11 dollar. Dikarenakan selisih harga yang hanya terjadi dalam beberapa detik dan harus memerhitungkan spread atau biaya trading lainnya, maka diperlukan kemampuan trading yang secepat kilat.

2. Kemudian yang kedua ada tringular arbitrage di mana pada strategi ini terdapat 3 posisi trading membentuk segitiga. Jadi, terdapat 3 mata uang dalam buy and sell di pasar. Untuk lebih jelasnya lihatlah gambarannya berikut ini.

Trading Arbitrage dalam Bitcoin dan Cryptoccurency

Ada banyak sekali exchange di dunia yang menawarkan masyarakat untuk membeli aset kripto. Nah tapi begini: Mungkin saja dari banyaknya exchange crypto tersbut ada perbedaan signifikan dalam harga yang ditawarkan untuk mata uang digital seperti Bitcoin (BTC).

Inefisiensi semacam itu biasanya muncul di daerah di mana crypto sangat diminati. Salah satu yang paling sering disebut-sebut sebagai contoh adalah “Kimchi Premium”. Di sini, trader lokal di Korea Selatan para pedagang di Korea Selatan akhirnya membayar lebih banyak untuk membeli Bitcoin dalam bentuk USD daripada yang seharusnya bisa mereka lakukan di Amerika Serikat, Eropa, dan bahkan bagian lain di Asia.

Contoh lainnya di Zimbabwe, sebuah negara di Afrika yang menderita hiperinflasi. Pada tahun 2017, harga bitcoin pada exchange lokal Zimbabwe hampir menentuh dua kali lipat harga yang ditawarkan pada platform internasional lainnya.

Meski tidak ada kondisi ekonomi atau politik yang ekstrim terjadi pun, perbedaan harga antara exchange bisa menciptakan kondisi yang matang untuk trading arbitrage.

Cara Trading Arbitrage dalam Bitcoin dan Cryptoccurency

Ada tiga metode arbitrage dalam trading cryptocurrency: spasial, lintas-negara, dan statistik

Arbitrage Spasial

Mencakup mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga cryptocurrency yang terdaftar di dua exchange yang berbeda. Dimana Exchange A menawarkan BTC di harga Rp.120,990,000, Exchange B memberikan harga di Rp122,865,000. Seorang trader bisa mendapatkan laba kotor sebesar Rp1,870,000 hanya dengan membeli Bitcoin di Exchange A dan kemudian menjualnya di Exchange B – memindahkan dana secara efektif dari satu exchange ke yang lain. Mengingat luasnya desentralisasi di sektor crypto, perbedaan tersebut dapat terjadi lebih sering daripada yang diperkirakan.

Arbitrage Lintas-Negara

Konsep yang sama dengan arbitrage spasial, tapi yang membedakan adalah exchange yang terlibat dalam transaksi ini berada di negara yang berbeda. Perlu diingat bahwa, strategi trading ini cukup sulit untuk dilakukan karena arbitrage lintas-negara ada mungkin dikarenakan harga yang ada tidak sesuai dengan daya beli konsumen tersebut. 

Arbitrage Statistik

Merupakan strategi yang menggunakan modeling matematika. Metode ini sangat beresiko dibandingkan dengan metode yang lain karena bisa menggunakan algoritma trading yang memanfaatkan perbedaan harga yang hanya bisa ada untuk waktu yang singkat.

Langkah-Langkah Trading Arbitrage Crypto

Nah secara ringkas trading arbitrage bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

Pilih Dua Bitcoin Exchange

Pilih dua exchanger dimana anda ingin memanfaatkan selisih harga. Misalnya Anda melakukan arbitrage spasial menggunakan dua exchange lokal.

Pro tip: Anda bisa melihat perbedaan harga beragam aset crypto pada berbagai exchange lokal di cryptocurrency.id

Tabel di atas adalah komparasi harga Bitcoin di exchange lokal pada saat artikel ini ditulis. Berdasarkan tabel di atas maka Anda bisa menggunakan Trivpro dan Bitocto. Dimana Anda membeli Bitcoin di exchange Trivpro dan menjualnya di Bitocto.

Deposit Uang Rupiah

Deposit jumlah uang pada exchange tempat Anda akan membeli bitcoin. Sesuaikan jumlah deposit dengan kemampuan Anda.

Amati harga

Perhatikan perubahan harga bitcoin di kedua exchanger. Karena seringkali selisih harga terjadi dalam waktu yang singkat. 

Beli bitcoin di exchange dengan harga lebih kecil, transfer bitcoin yang sudah dibeli ke wallet bitcoin pada exchange dengan harga bitcoin yang lebih tinggi kemudian jual. Selisih harga tersebut yang akan menjadi keuntungan anda

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Trading Arbitrage

Selain memperhatikan harga jual dan beli aset kripto pada tiap exchange, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar tetap bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

  • Trading Fee setiap exchanger

Pastikan keuntungan yang anda dapatkan masih bisa menutupi biaya trading pada exchange yang Anda gunakan. Jangan sampai keuntungan yang Anda dapatkan tidak sebanding dengan biaya trading yang dikenakan exhange.

  • Withdraw Fee setiap exchanger

Setiap exchanger menerapkan withdraw fee dalam perdagangan bitcoinnya. Hal ini dapat membuat keuntungan arbitrase anda hilang. Usahakan untuk melakukan withdraw seminimal mungkin. Lakukan withdraw setelah melakukan beberapa kali perdagangan arbitase. Kalau perlu hanya profit yang di withdraw.

Strategi trading arbitrage

Keuntungan trading arbitrage bisa dihitung dengan cara: Bid(exchange A) – Ask(exchange B) = Spread

Kita sudah bisa memulai trading jika selisih (spread) sudah melewati nilai trigger awal. Nilai trigger harus merupakan jumlah spesifik, idealnya berasal dari semacam analisis risiko yang memperhitungkan volatilitas pasar, biaya pertukaran, upaya perdagangan masa lalu, dll.

Biasanya, strategi trading arbitrage memerlukan kepemilikan dari kedua aset dan pasar dan secara bersamaan menjual dan membeli. Alasannya di sini adalah perdagangan bebas risiko karena hampir terjadi secara instan. Namun dalam kasus cryptocurrency, ini tidak akan bebas risiko. Ini karena cryptocurrency sangat fluktuatif. Memegang crypto selama waktu perdagangan menunggu peluang arbitrase dapat mengimbangi keuntungan perdagangan dengan margin yang substansial. Ini juga disebut “risiko harga”.

Hambatan Trading Arbitrage

Terlepas dari jenis arbitrage aset kripto yang dilakukan trader, platform yang mereka gunakan akan membebankan biaya untuk transaksi – dan kadang-kadang biaya penarikan. Sebagai akibatnya, penting bagi trader untuk memperhitungkan biaya-biaya ini untuk memastikan bahwa masih ada margin laba yang tersisa di akhir.

Arbitrage lintas-negara mempunyai kesulitan tersendiri. Faktor utama adalah karena regulasi  Know Your Customer (KYC), yaitu persyaratan ketat yang berarti seorang trader hanya dapat bertransaksi di exchange jika mereka sudah memberikan kartu tanda identifikasi yang dikeluarkan pemerintah atau dokumentasi lain untuk memverifikasi identitas mereka.

Kekhawatiran lainnya yang dapat terjadi adalah ketika proses penarikan uang dari exchange. Jika Anda memiliki waktu yang terbatas untuk menarik uang dari exchange yang satu ke yang lainnya, proses transfer yang lama bisa memungkinkan trader untuk kehilangan keuntungan pada saat proses trading selesai.

Membeli aset kripto di pasar yang lebih murah akan menyebabkan peningkatan permintaan dan karenanya juga terjadinya kenaikan harga. Kemudian memindahkan aset ke pasar yang lebih mahal dan menjualnya, yang akan menyebabkan peningkatan suplai dan dengan demikian akan terjadi penurunan harga. Melakukan hal ini berulang kali akan menyebabkan harga di kedua pasar bertemu dan menjadi kurang lebih sama satu dengan yang lainnya. Atau setidaknya akan menghilangkan peluang Anda untuk mengambil keuntungan.

Harga mungkin tidak akan sama, karena risiko atau biaya pemindahan aset dari satu pasar ke pasar lain mungkin lebih besar daripada keuntungan yang dapat dihasilkan secara rata-rata. Maka pasar memasuki kondisi yang disebut kondisi arbitrage-free atau no-arbitrage. Ini dapat terjadi bahkan jika masih ada perbedaan antara harga di kedua pasar.

Lutfi Mahmud

Site Internet : http://cryptocurrency.id

Pertama kali membeli Bitcoin ?

Pertama kali membeli Bitcoin ?